After ’98: Censorship, Compromises, and Resistance

Police interference with the Ubud Writers and Readers Festival’s program was the latest sign of paranoia about 1965-related events. Two sessions unrelated to 1965 were also cancelled at UWRF: a panel called ‘For Bali’ about large-scale water and mangrove reclamation plans, big businesses, and the environmental movement, Bali Tolak Reklamasi (Bali Says No to Reclamation); and the launch of the novel From Now On Everything Will Be Different.

Someplace Between Respect and Desire

My confusion and alarm soon turned to fear. I felt with every cell on my skin my disadvantaged situation: I was the woman and he was the man, I was Asian and he was white, I was just another local girl and he was the dashing coveted foreigner, I was younger, less experienced, less beautiful, and I probably liked him much more than he liked me.

Puncak

Banyak orang menjelang Ramadan dengan memperbanyak salat dan doa. Lain dengan Ferdian, Risa, dkk. Mereka mempersiapkan diri dengan melampiaskan nafsu berpesta, mabuk, dan teler habis-habisan supaya kuat puasa hura-hura selama sebulan. Keseruan pesta mereka terusik ketika Lani – pacar Patar yang merupakan ‘cewek baik-baik’ dan memiliki ayah soerang polisi – memaksa ingin bergabung.

Makassar Launch, 18 May 2016

Tema mengupayakan keberanian untuk hidup sesuai pilihanmu, untuk merasa dirimu punya harga diri meskipun berbeda dengan mayoritas, dirimu layak dicintai biarpun orang-orang bilang dirimu rusak—apakah itu hanya masalah pribadi? Tidak, itu pun politis. Karena merasa memiliki harga diri memberdayakan kita. Kita jadi punya keberanian untuk mengangkat suara, untuk menceritakan kisah kita, untuk tidak lagi menerima diskriminasi atau penindasan.

NT Writers Festival: Wordstorm 2016

May 5-8 Eka Kurniawan and I attended Wordstorm, Northern Territories Writers Festival in Darwin, Australia. We talked about political change in Indonesia, female sexuality, freedom and its costs, and censorship.

Jakarta Launch, 24 February 2016

Celebrate the launch of Eliza Vitri Handayani’s novel From Now On Everything Will Be Different, finally launched in Jakarta. With Kartika Jahja, Dinda Kanyadewi, Sakdiyah Ma’ruf, Jewel Topsfield, Olin Monteiro, and Vendy Methodos.

Firdaus dari Kardus

Aku tak habis pikir mengapa orangtuaku ingin memasukkanku ke sekolah Islam. Kami salat dan pergi ke masjid untuk mengaji, tapi Islam hanyalah salah satu dari banyak sendi kehidupan keluarga kami. Aku curiga keputusan Mama itu lebih berkaitan dengan keprihatinannya akan tindak “kenakalan remaja” yang makin lama makin sering diberitakan di televisi dan koran.