Oslo Launch, 25 September 2015

Love, freedom, and identity are all connected. If we have freed ourselves from a repressive regime, from unfair social norms, can we be free to be who we are? Can we break free from our own fears, from our own past? Are we free to choose what kind of person we want to be?

Beijing Launch, 4 September 2015

My characters and I grew up under the New Order, which enforced uniformity. Just as they were graduating college and it was time for them to enter the real world, there were all these new freedoms. Now they could be different, they didn’t have to fear censorship or persecution anymore. But as the euphoria passed, they realized there was still a lot of challenges, and they still had to face their own fears and self-destructive habits. By drawing parallels between my character’s endeavors to realize themselves and Indonesia’s efforts towards democracy, I want to write a story about how to break free and be loved for who you are.

From Now On Everything Will Be Different

As democratic reforms swept Indonesia in the late nineties, the nation’s young generation asked themselves: what does it mean to be free? This novel is a compelling study of freedom and love, community and conformity, told with humour, sensuality and a subtly sharp political intelligence.

Bandung Launch, 17 February 2014

Reformasi mendorong Rizky dan Julita untuk menggapai kebebasan. Tapi apa makna kebebasan? Awalnya kedua tokoh novel mencari kebebasan dari hal-hal yang jelas: perintah guru atau orangtua yang semena-mena, kemudian dari rezim yang menindas. Setelah itu, dari hal-hal yang lebih subtil: Bagaimana seseorang bisa bebas menjadi diri sendiri? Bisakah melepaskan diri dari siklus kegagalan? Dari kecanduan? Bisakah membebaskan diri dari cengkeraman nafsu, dari takdir yang sepertinya menggariskan jalan hidup kita? Bisakah memutus belenggu kebiasaan dan mencipta ulang diri sendiri?

Jakarta Launch, 8 February 2014

Yayasan Pustaka Obor Indonesia dengan bangga meluncurkan novel MULAI SAAT INI SEGALANYA AKAN BERUBAH karya Eliza Vitri Handayani.

Mulai Saat Ini Segalanya Akan Berubah

Seraya Indonesia menjelang demokrasi pada akhir ’90-an, generasi muda bertanya: apa makna kebebasan? Seorang laki-laki dan seorang perempuan mendambakan kebebasan untuk jadi diri sendiri, meskipun itu berarti hidup di luar norma-norma masyarakat dan budaya.

Sekarang Segalanya Berubah

Dari mana mereka, setelah tiga dekade bungkam dan patuh, kini mendapat nyali untuk protes? Orang-orang yang begitu biasa tunduk pada takdir, apa yang memberi mereka ilham untuk mengguncang sejarah? Rizky begitu terkesan karena itulah konfirmasi pertama yang diterimanya bahwa seseorang ternyata mampu mengarak perubahan. Ia takkan lupa saat ia mendengar bisikan Tuhan di sela derap langkah ribuan mahasiswa: ‘Kau pun dapat mengubah hidupmu.’